Beranda

Bismillahirrahmanirrahiim.

 Sahabat, pernahkah mendengarkan sebuah kisah yang terkandung dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini?

“Suatu ketika seorang laki-laki sangat kehausan di tengah perjalanan, kemudian dia menemukan sumur, turun ke dalam dan minum. Sesudah itu, dia keluar dari sumur dan dia melihat seekor anjing sedang menjilat tanah karena haus. Dia bergumam, ‘Demi Allah, anjing ini telah menderita kehausan sebagaimana saya alami.’ Kemudian dia pun turun ke dalam sumur dan mengisikan air ke dalam sepatunya dan segera dia memberi minum kepada anjing tersebut. Karena hal itu, Allah bersyukur dan mengampuni dosanya.

Kemudian para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah kami memperoleh pahala dalam memberikan makanan dan minuman kepada hewan-hewan kami?’ Rasulullah menjawab, ‘Dalam setiap hal yang diberikan kepada perut hidup, ada pahalanya.'” (HR Bukhari)

 

Sedekah yang diberikan lelaki tersebut ‘hanyalah’ sedikit air untuk anjing yang diberikan dengan menggunakan alas kaki. Namun, di mata Allah ‘Azza wa Jalla, nilainya begitu besar.

Bayangkan, jika sedekah air tersebut dialirkan untuk para santri yang tengah sibuk mempelajari ilmu agama dan setiap hari melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, dan diberikan dalam bentuk sumur wakaf. Sungguh keberkahannya akan semakin berlipat ganda.

Berkah sumur wakaf insya Allah semakin besar ketika dibangun di kawasan pesantren yang mengalami permasalahan kurangnya pasokan air bersih .